It's Hard To Get You Out of My Mind

Rabu, 16 Juli 2014
Haii bloggers. Apa kabar? Semoga kabar baiik deeh. oke, selamat datang kembali di bulan ramadhan walaupun ucapannya sangat telat. karena saya baru libur, wkwk. oiya, ini juga udah tahun 2014. tapi (masih) galau. oke. based on this entry's title. i wanna tell about this. cause it's really hard to get you out from my mind.. my prince.

waktu udah berjalan setahun sejak kami dipisahkan oleh jarak, ruang, dan waktu. udah setahun looh, masih aja perasaaan ini gak kelar-kelar. pas sibuk kuliah kemaren rasanya udah lupa deh atau gmana ya, ya rasanya kaya gaada beban, udah bener2 ilang. udah rasanya kalo ditanya tentang dia ya bodoamat. mungkin sangking kangennya itu udah tumpehtumpeh kali yaa, sampe mati rasa. mungkin gua harus meneliti perasaan gua ini di laboratorium kenapa bisa sampe kaya gini, tapi sayangnya perasaan itu abstrak, gak nyata, jadi gabisa diuji klinis *ilmiah dikit gapapa ya*. nyata juga belum tentu bisa diuji di lab lho. dahlah, intinya ya bloggers. gue tuh masih galau sampe sekarang. gktau deh kenapa. kadangan heran sendiri sebenernya ada apa. masih mending pas kuliah bisa disibukkin sama tugas dan organisasi, laporan, dll. kalo udah liburan suntuk gini? udah gitu nambahnya tau banget jadwal dia kapan balik ke lampung dan pegi lagi "kesono" tuh, rasanyaaa, pengen banget ngajakin main, sekalipun itu jalankaki sekeliling komplek rumah dia doang.

tapi gua yang pikirannya terlalu banyak pertimbangan ini seringkali merasa minder atau gak percaya diri kalo mau ngubungin dia. padahal dia itu kalo bagi gue satu2nya cowok yang baiiik banget dan sebenernya punya hati kaya hello kitty walaupun dandanannya itu metal banget mameeen dan sekalipun cuek, entahlah, gua yakin kalo dia sebenernya pengen tau. yah itusih masih dengan survei quickcount gua yaa, hahaha. yang bikin gua selalu gagal move on ini adalah mimpi, yang buat gua selalu keinget ini ya mimpi, ngeselin banget kan? mimpiin nya tentang dia lagi, ahya, benerbener rencana moveon gagal luar binasa. gue pingin banget tau kenapa dia bisa muncul terus di mimpi, ada nggak sih sebenernya alasan yang bisa diterima untuk membuktikan hal itu? ada nggak sih alesan ilmiah yang bisa ngebuktiin kalo ada suatu penyebab yang emang bisa buat orang memimpikan orang lain itu? terus terang gue udah capek, capek banget mikirin orang yang ga bisa gua liat sehari-harinya. gua juga pingin idup gua normaal-_- lagian gua gak terus-terusan mikirin dia, dan karena dia dong mameen, gua mengalihkan cinta dari seseorang ke dia yang suka masuk mimpi gua ini. dan karena mimpi pun gua jadi jatuh cinta dengan dia.

ahya, okay. stop mengeluh, toh ngeluh gini juga kaga ada yang bisa nyelesein masalah. coba aja tugas kuliah untuk semester depan udah dikasih mulai dari sekarang, jadi gua bisa cepet-cepet sarjana plus gak keinget sama dia. sejujurnya sih ya kalo emang jodoh, yah it's okay. tapi kok penderitaannya gini amat. kalo bukan jodoh ya yowis. tibatiba, dalam menulis entri ini, gua stuck, gapunya ide lagi untuk apa yang ditulis. entahlah, pusing. disatu sisi, gue pingin tenang dan idup normal tanpa ngerasain penderitaan karena rindu yang teramat dalam terhadapnya, padahalmah dia belum tentu kangen juga kan sama gue? gue yang sangat mengandalkan kelogisan pun sudah berpikir seperti itu saat gua deket dengan siapapun, khususnya cowok, dan bahkan gua sering bilang ke temen gua yang pacarannya gua anggep level nemen, maksudnya cintanya itu agak gmanaaa gitulah, terlalu nemen mungkin ya, ya wajar ajalah, namanya anak muda. dan gue pun merasa udah cukup tau masalah psikologi seorang cwok, yah meskipun ini hanya karena modal gue selalu baca twit psikologi ataupun googling masalah psikologi.ya ini pun juga karena gua pernah gagal di tes psikologi, makanya gua sering baca masalah psikologi. dah, back to the topic, gua juga tau kalo cowok itu gunain logikanya lebih banyak, dan kadar perasaan mungkin 0.1% sedangkan cewek sebaliknya. tapi, gue gak gitu amat gua rasa, dan gue rasa gua orang yang cukup realistis dalam menghadapi masalah. dan karena teori atau survei yang berbicara seperti itulah gua berasumsi bahwa, sekalipun cowok itu bilang suka ke satu cewek, tapi ketika mereka berpisah jauh, cowok gamungkin untuk nggak nyari lagi, sedangkan cwek susah bener moveon. demikian, sudah ada pikiran seperti itu tentunya di pikiran gua, dan sebagai aksi reaksinya, gua berusaha untuk mencari yang bahkan lebih baik dari dia kok kayanya belum ada ya? duh capek deeh, gubrak gubrak. senjata yang paling ampuh itu ya cuman tugas. brr.

okedeeeh. sudahlah ya cerita untuk hari ini kubagikan kepada bloggers sekalian. semoga gaada deh dari kalian yang susah moveon kaya gua, dan gua terus terang, iri banget deh sama kalian-kalian yang gampang moveon, hahaha. but, believe it true or not, at the end of the day we get a better life!

Narkoba Sebagai Ancaman Ketahanan Nasional (Makalah)

Minggu, 13 Juli 2014
NARKOBA SEBAGAI ANCAMAN KETAHANAN NASIONAL

Penulis
Nama               : Wayan Gracias
NPM               : 1313023090
P.S.                  : Pendidikan Kimia (B)


Mata Kuliah    : Pendidikan Kewarganegaraan (UNI612107)
Dosen              : Drs. Tontowi, MS.








Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung
Bandarlampung
21 April 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan mengenai “Narkoba Sebagai Ancaman Ketahanan Nasional” dapat diselesaikan secara tepat waktu.
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, terutama kepada Bapak Drs. Tontowi, MS., selaku dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan yang telah membimbing penulis selama proses pembuatan makalah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan, baik secara isi maupun bahasa yang digunakan di dalamnya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan  kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.


Bandarlampung, 21 April 2014


                                                                  Penulis





DAFTAR ISI
Halaman
COVER……………………………………………………………………….
i
KATA PENGANTAR………………………………………………………..
ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………….
iii


I.          PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………………………………………
1
1.2  Tujuan…………..…………………………………………………...
1
1.3  Metode Penulisan…...……………………………………………….
2
II.       PERMASALAHAN
3
III.    PEMBAHASAN
4
3.1 Pengertian Ketahanan Nasional dan Narkoba………………………

3.2 Hubungan Narkoba dengan Ketahanan Nasional……………………
5
3.3 Pandangan Para Ahli Mengenai Narkoba yang Mengancam Ketahanan Nasional…………………………………………………
8
3.4 Upaya Memberantas Peredaran Narkoba dalam Menjaga Ketahanan Nasional……………………………………………………………...
9
IV.    PENUTUP

4.1 Kesimpulan………………………………………………………….
11
4.2 Saran………………………………………………………………...
11


DAFTAR PUSTAKA





I.                   PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang

Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
Banyak faktor-faktor yang bisa mengancam ketahanan nasional, salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba. Tindak kejahatan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) saat ini telah menjadi ancaman nyata yang sangat berbahaya dan sangat merugikan kehidupan manusia dan kehidupan bangsa, yang pada gilirannya dapat mengancam ketahanan nasional. Oleh karena masalah inilah, penulis tertarik untuk membuat makalah mengenai hubungan narkoba dengan ketahanan nasional.
1.2     Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah mengenai hubungan narkoba dengan ketahanan nasional adalah sebagai berikut:
a.       Mengetahui bagaimana narkoba dapat mengancam ketahanan nasional
b.      Mengetahui dampak yang terjadi terhadap ketahanan nasional bila penyalahgunaan narkoba terus meningkat

c.       Mengetahui bagaimana pandangan menurut para ahli mengenai narkoba yang mengganggu ketahanan nasional
d.     Mengetahui bagaimana upaya memberantas peredaran narkoba dalam menjaga ketahanan nasional

1.3     Metode Penulisan

Makalah ini disusun dengan bersumber artikel yang terdapat di internet, koran, dan pengetahuan penulis dari masalah-masalah yang sering terjadi di kehidupan  sehari-hari bangsa ini. Adapun metode penulisan makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: Bab I yang berisi pendahuluan, meliputi latar belakang, tujuan, dan metode penulisan. Bab II berisi permasalahan, bab III merupakan pembahasan, dan bab IV merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

II.                   PERMASALAHAN


Perilaku kejahatan penyalahgunaan obat-obat terlarang (narkoba) kini telah menjamur, dan generasi muda Indonesia yang mengonsumsi narkoba pun jumlahnya terus meningkat. Hal ini sangat merugikan bangsa Indonesia dan berdampak buruk bagi Indonesia, khusunya pada generasi muda yang seharusnya akan melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang lebih baik. Penyalahgunaan narkoba memiliki dampak yang sangat buruk bagi generasi muda, baik secara fisik maupun mental. Bagaimanakah nasib bangsa ini apabila generasi muda pada masa kini sudah banyak yang dirusak oleh adanya penyalahgunaan narkoba?
Maka dapat disimpulkan bahwa narkoba adalah ancaman terhadap keberlangsungan hidup bangsa. Jadi, permasalahan yang menjadi landasan penulisan makalah ini adalah narkoba merupakan salah satu ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa yang juga merupakan bentuk ujian terhadap ketahanan nasional Indonesia.

III.             PEMBAHASAN

3.1     Pengertian Ketahanan Nasional dan Narkoba

Definisi dari ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan, dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar, juga secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta keberlangsungan hidup bangsa dan negara.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa dalam mempertahankan hidup dan kehidupannya dari ancaman.

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah NAPZA yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Dampak yang negatif itu buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik. Meskipun demikian, obat-obat tersebut masih sering digunakan dalam dunia kedokteran untuk pengobatan pasien dengan penyakit tertentu dan dosisnyapun tetap diperhatikan.




3.2     Hubungan Narkoba dengan Ketahanan Nasional
Saat ini Indonesia mengalami krisis multidimensi yang bisa mengancam stabilitas ketahanan nasional. Salah satu masalah yang amat serius adalah narkoba. Narkotika dinilai jauh lebih berbahaya dari ancaman terorisme internasional. Pejabat yang membekingi narkotika harus diusut terbuka.

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang tinggi dan dengan letak geografis yang menguntungkan. Hal ini menjadi salah satu penyebab mudahnya akses narkoba masuk ke Indonesia dan tentu saja, masuknya narkoba adalah ancaman besar bagi ketahanan nasional bangsa. Indonesia Masuk Sindikat Narkotika Dunia. Kesimpulan tersebut sungguh kurang elok kedengaran. Tetapi bagaimanapun, Indonesia sudah terpetakan dalam jaringan sindikat bandar narkotika dan obat-obatan berbahaya kelas internasional. Fakta akhir-akhir ini menunjukkan pabrik ekstasi di Cikande, Banten, atau di Batam, hingga Rutan dan Lapas yang merupakan penjara, dengan leluasa bisa memproduksi barang haram hingga mengedarkan ke jaringan dunia tanpa pernah terendus sejak dari awalnya.
Pada masa kini, sudah banyak kejadian penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Lampung. Contohnya saja, terdapat pelajar yang harus mengikuti Ujian Nasional di dalam tahanan karena mereka tertangkap sedang memakai ganja disekitar perbukitan di Tanjungkarang Barat. Lebih parahnya adalah siswa yang terlibat dalam masalah narkoba ini merupakan siswa yang berasal dari sekolah favorit di Bandarlampung. Ditambah lagi usia mereka yang terlalu muda, mereka merupakan siswa sekolah menengah pertama (SMP). Contoh kasus narkoba lainnya adalah seorang siswa berusia 17 tahun yang baru lulus sekolah bernama M. Albar Fajri, warga kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang, diringkus polisi dan ditemukan 13 paket ganja kering yang siap diedarkan. Hal ini sungguh disayangkan karena masalah ini merupakan salah satu potret dari generasi muda masa kini yang mempengaruhi ketahanan nasional.
Sistem nilai dalam budaya ketimuran juga nyaris sirna, diterjang cara pandang yang berbeda-beda. Dan yang membuat miris adalah serangan narkotika dan obat-obatan (narkoba) terlarang terhadap generasi muda masa kini. Entah seperti apa masa depan ketahanan nasional, ketika generasi muda masa kini terus-menerus dilumpuhkan oleh narkoba. Generasi muda adalah generasi penerus perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang lebih baik, tetapi pada masa kini sudah banyak generasi muda yang sudah terjebak dalam narkoba, baik menjadi pengedar ataupun pemakai. Seperti yang kita ketahui bahwa penyalahgunaan narkoba memiliki efek yang sangat buruk, terutama pada dampak fisik, emosi, dan perilaku.

Adapun dampak terhadap perubahan fisik yakni berat badan turun drastis, muka pucat, dan mudah terjangkit penyakit. Apabila kita memiliki generasi penerus bangsa yang sakit-sakitan, bangsa ini akan menjadi hancur karena stabilitas nasional akan terganggu, semua pekerjaan di segala segi terutama pemerintahan akan kacau karena tidak optimalnya kinerja dari generasi penerus untuk melakukan hal-hal yang sifatnya membangun bangsa.

Adapun dampak perubahan emosi dan perilaku yakni  sangat sensitif  dan mudah bosan, suka membangkang, malas, sering melupakan tanggungjawab, suka mencuri, berbohong, dan masih banyak lagi. Bayangkan saja bila Indonesia memiliki generasi penerus yang malas, suka berbohong, dan mencuri, bangsa lain akan menilai bangsa Indonesia adalah bangsa yang buruk dan bangsa yang bodoh. Akibatnya, Indonesia akan terkucilkan dari pergaulan di lingkup internasional dan mungkin tidak ada negara yang mau bekerjasama dengan Indonesia nantinya.

Proses narkoba menghancurkan ketahanan bangsa itu sendiri dimulai dari tingkat individual/pribadi, kemudian menyebar ke dalam suatu keluarga, kemudian meluas ke tingkat lokal dan meluas lagi ke tingkat daerah, dan lama-kelamaan akan berkembang ke tingkat yang lebih luas yakni tingkat nasional.
Secara lebih spesifik, dampak adanya penyalahgunaan narkoba pada sendi-sendi ketahanan bangsa meliputi bidang pertahanan dan keamanan (hankam), ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Di bidang pertahanan dan keamanan dampak dari penyalahgunaan yang semakin marak di negeri ini adalah menurunnya patriotisme, nasionalisme, dan semangat bela negara.
Di bidang ideologi, dampaknya adalah adanya hedonisme dan kebebasan tanpa batas. Pengertian dari hedonisme sendiri adalah pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Maka dapat disimpulkan bahwa dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba di bidang ideologi adalah timbulnya perilaku konsumtif dan kebebasan tanpa batas yang dapat menmbulkan kebebasan yang tidak bertanggungjawab.
Dampak di bidang politik adalah timbulnya apatisme atau sikap tidak peduli terhadap apa yang sedang terjadi di lingkungannya dan adanya patron (konsep dasar) politik yang kotor.
Dampak di bidang ekonomi diantaranya adalah timbulnya kemalasan untuk berusaha, menurunnya produktifitas kerja, meningkatnya kriminalitas, dll.
Serta dampak di bidang sosial budaya adalah timbulnya dekadensi moral atau kemerosotan nilai moral pada masyarakat.

Kesemua dampak yang terdapat di seluruh bidang tersebut sangat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila yang
memiliki karakter ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan menjunjung keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Maka dapat disimpulkan bahwa proses narkoba menghancurkan ketahanan suatu bangsa dimulai dari tingkat individu yang kemudian akan berkembang ke tingkat yang lebih luas dan mencakup berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang diantaranya bidang pertahanan dan keamanan, ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Kesemua dampak ini sangat bertentangan dengan karakter bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan hal ini sangat berbahaya apabila dibiarkan terus-menerus dan tidak ada solusi untuk menyelesaikannya, ditambah dengan arus globalisasi masa kini  yang membuat banyaknya budaya asing masuk kedalam negeri.

3.3     Pandangan Para Ahli Mengenai Narkoba yang Mengancam Ketahanan Nasional
Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Erlangga Masdiana, Adrianus Meliala, dan Ronny Nitibaskara, sama-sama sependapat, kerapuhan di birokrasi termasuk di lembaga penegak hukum, menjadikan Indonesia dianggan sangat cocok sebagai salah satu lokasi industri narkotika internasional. Dengan kesadaran penuh sindikat narkotika internasional memanfaatkan berbagai institusi formal negara yang mudah “dibeli”
“Dalam memenuhi kebutuhan dunia akan narkoba, sindikat narkoba internasional memisahkan tempat-tempat untuk kultivasi dan produksi. Untuk itu, mereka mencari tempat yang dikategorikan sebagai soft state,” kata Adrianus (dalam Harian Kompas).

Menurut Adrianus, yang dimaksud soft state adalah negara-negara yang pemerintahannya lemah, aparat penegak hukum dan birokrasinya mudah “ditembus”, dan administrasi kependudukannya kacau. Dalam hal ini, Indonesia memenuhi seluruh persyaratan sebagai soft state.

Ronny Nitibaskara dalam bukunya Ketika Kejahatan Berdaulat, menduga kuat, di Indonesia telah hidup jaringan sindikat narkoba yang sangat sistematis, yang menyerupai organisasi kejahatan yang selama ini dikenal di berbagai negara, seperti Mafia Sisilia, Triad China, Yakuza Jepang, atau kartel-kartel di Kolombia.Organisasi kejahatan itu juga dijalankan oleh warga negara Indonesia yang menjadi kepanjangan dan binaan organisasi tersebut yang bermarkas besar di negara lain. Transnasionalisasi organisasi kejahatan itu “didukung” juga oleh perdagangan bebas, sistem keuangan global, kemudahan transportasi, dan teknologi komunikasi.
3.4     Upaya Memberantas Peredaran Narkoba Dalam Menjaga Ketahanan Nasional
Di era globalisasi saat ini para pemuda Indonesia haruslah semakin mengerti pentingnya ketahanan nasional serta sebagai penerus bangsa juga harus tahu cara menjaga ketahanan nasional. Dalam ketahanan nasional, terdapat beberapa asas diantaranya yaitu Asas Kesejahteraan dan Keamanan, Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu, Asas Mawas ke Dalam, Mawas ke Luar, serta Asas Kekeluargaan. Dalam diri seseorang harus ditanamkan sifat ketahanan nasional diantaranya mandiri, dinamis, wibawa, konsultasi dan kerjasama. Ini semua merupakan modal awal untuk menjaga ketahanan nasional. Apabila tidak ada ketahanan nasional, Indonesia tidak dapat berdiri sekokoh ini sekarang, karena ketahanan nasional itu sendiri merupakan dasar dari bersatunya rakyat Indonesia sehingga dapat membangun bangsa ini menjadi lebih baik dan lebih tangguh dalam menghadapi segala ancaman, khususnya dalam hal ini adalah narkoba, karena apabila Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju, maka Indonesia harus senantiasa mengembangkan potensi dan sumber daya yang dimilikinya untuk dapat bersaing dengan bangsa lain. Untuk menghadapi kondisi ini, maka upaya untuk senantiasa mengembangkan kemampuan bangsa mempertahankan hidupnya adalah sebuah keharusan, tanpa kemampuan tersebut, sebuah bangsa akan kalah dan mati. Narkoba, yang merupakan salah satu ancama dari ketahanan nasional merupakan masalah yang harus ditindak dengan tegas sehingga dampaknya dapat diminimalisir terhadap gangguan akan ketahanan nasional.
Adapun upaya untuk menanggulangi peredaran narkoba diantaranya adalah sebagai berikut:
1.    Perlu ditingkatkan kembali kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian, Kejaksaan dan masyarakat mengenai upaya pemberantasan narkoba di seluruh Indonesia.
2.      Perlunya penyuluhan yang terus menerus kepada generasi muda dan masyarakat tentang bahaya dari narkoba seperti penggunaan media cetak dan elektronik, sekolah-sekolah, kampus dan kantor-kantor baik pemerintahan dan swasta.
3.    Perlunya pengawasan dan usaha keras dari pemerintah mengenai praktik pengedaran narkoba baik secara langsung maupun di media online yang lagi marak sekarang ini. Mengenai kejahatan dunia maya atau cyber crime perlu dilakukan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
4.    Perlu diperketatnya hukuman bagi pengedar narkoba dalam upaya pemberian efek jera, opsi hukaman mati perlu dilakukan jika secara hukum telah memenuhi.
5.    Upaya Pemberantasan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan perlu ditingkatkan karena Lapas disinyalir sebagai tempat pengedar atau bahkan sebagai tempat pembuat atau pabrik narkoba. Manajemen Lapas perlu diperbaiki kembali.
6.    Perlunya tes urine narkoba bagi setiap pegawai atau aparat pemerintah yang dilakukan secara rutin.
7.    Perlunya pendidikan dan perhatian dari orangtua untuk mendidik anaknya mengenai bahaya narkoba sejak dini




IV.             PENUTUP

4.1     Kesimpulan
Ketahanan nasional adalah suatu kemampuan suatu bangsa dalam mempertahankan hidup dan kehidupannya dari ancaman. Salah satu ancaman ketahanan nasional di Indonesia adalah penyalahgunaan narkoba. Khususnya dikalangan generasi muda Indonesia. Narkoba dapat membuat akibat yang cukup fatal bagi masa depan bangsa Indonesia, apabila hal ini dibiarkan terus-menerus dan tidak ada tindakan yang tegas dari pemerintah dan masyarakat, maka Indonesia nantinya akan menjadi bangsa yang malas, bodoh, dan bangsa yang terlepas dari karakter Pancasila nya.
4.2     Saran

Narkoba adalah salah satu ancaman ketahanan nasional yang cukup mengerikan. Sehingga pemerintah dan masyarakat hendaknya perlu memberikan tindakan yang tegas untuk memberantas peredaran narkoba khusunya dikalangan pelajar agar tidak terjerumus dalam jebakan narkoba. Adapun rekomendasi yang penulis berikan terhadap upaya pemerintah diantaranya perlunya peraturan dan penegakan hukum yang tegas mengenai peredaran narkoba, serta perlunya koordinasi terhadap bidang-bidang terkait masalah pemberantasan narkoba. Serta dari masyarakat dan orangtua hendaknya memberikan pendidikan dan perhatian sejak dini kepada anak-anaknya mengenai narkoba beserta efek yang terjadi bila memakainya.

DAFTAR PUSTAKA

Harian Radar Lampung. Selasa, 25 Maret 2014. Remaja Edarkan Ganja. Lampung: Bandarlampung
Anonim. 2012. Narkoba Ganggu Ketahanan Nasional. Diunduh di http://silvi0230.blogspot.com/2012/04/tulisan-ketahanan-nasional.html pada 19 April  2014 pukul 20:02
Gafur, Muhammad. 2013. Ketahanan Nasional. Diunduh di http://muhammadgafur841.blogspot.com/2013/11/makalah-ketahanan-nasional.html pada 18 April 2014 pukul 19:01
Hamid, Badar. 2013. Narkoba adalah Ancaman Terhadap Keberlangsungan Hidup Bangsa. Diunduh di http://www.slideshare.net/BADAR_HAMID/narkoba-adalah-ancaman-terhadap-keberlangsungan-hidup-bangsa pada 18 April 19:30
Pratiwi, Dya Ayu. 2013. Hubungan Narkoba dengan Ketahanan Nasional. Diunduh di  http://dyaprasetyo.blogspot.com/2013/12/hubungan-narkoba-dengan-ketahanan.html pada 18 April 2014 pukul 20:02